Sejak kecil saya sangat menyukai kereta api. Hampir setiap hari saya merengek agar dapat diajak ke stasiun kereta api tak jauh dari tempat tinggal saya dahulu. Setiap lebaranpun saya selalu diajak naik kereta api untuk mengunjungi nenek di Klakah, Lumajang. Entah mungkin sudah jalannya, sayapun bekerja di sebuah kontraktor spesialis membangun infrastruktur kereta api.
Kereta api di Indonesia masih menjadi transportasi idaman. Sebagai salah satu Mass Rapid Transportation (MRT) Kereta api masih dijadikan andalan. Bila dilihat angkutan antar kota, kereta api tetap unggul karena dapat mengangkut banyak penumpang dan juga menjangkau pusat-pusat kota karena setiap Stasiun selalu berada di jantung kota. Kondisi ini sangat berbeda dengan moda angkutan lain, misal bus, dimana terminal selalu direlokasi untuk berada jauh dipinggir kota.
Dibalik semakin primadonanya kereta api, ternyata memiliki infrastruktur yang jauh dari memuaskan. Semakin sering kita mendengar kecelakaan Kereta api maupun kecelakaan yang ada hubungannya dengan kereta api misalnya tertabraknya kendaraan lain di perlintasan yang tidak dijaga.
Secara awam kita pun akan beranggapan bahwa hal tersebut dikarenakan kondisi sarana maupun prasarana kereta api yang sudah tua, notabene kereta api kita merupakan peninggalan dari penjajah Belanda. Tapi apakah betul demikian? Ternyata lebih dari demikian. Melihat dari beberapa kasus anjloknya kereta api akhir-akhir ini, dapat kita petakan bahwa beberapa lokasi rawan kereta anjlok adalah lintas yang melewati daerah pegunungan. Sebut saja daerah Cikampek - Bandung dan Cirebon - Purwokerto. Pada lintas pegunungan kondisi track akan berlengkung banyak dengan radius (R) kecil (<300m)
Dalam kasus lain, banyak asesoris rel yang menjadi incaran pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. sehingga mengurangi kestabilan dari rel yang sangat memungkinkan menjadikan kereta anjlok.
Untuk mengeliminir semua kasus-kasus diatas, pihak Departemen perhubungan melalui Dirjen Perkerataapian berkomitmen untuk memperbaiki sarana maupun prasarana kereta api. Sudah banyak peningkatan-peningkatan jalan dilakukan dengan mengganti rel menjadi lebih besar, betonisasi bantalan, dan revisi-revisi lengkung yang membahayakan.
Semoga dengan komitmen yang baik akan mendatangkan sebuah hasil yang baik juga. Kita akan mendengarkan terus lagu naik Kereta api tut tuutt tuuuttt dengan aman dan nyaman.(cel)
Minggu, 06 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar